PENGERTIAN HAJI

28 12 2011
 
 
 
 
 
 
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka’bah dan Mas’a(tempat sa’i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabitdi Mina, dan lain-lain.Hukum melaksanakan ibadah haji wajib bagi yang sudah mampu,sesuai dengan firman Alloh di dalam surat Ali ‘Imron ayat 98.

….وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ.سورة آل عمران أية 97 .

Artinya:mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Bahkan Rosululloh SAW menegaskan bahwa siapapun dari umatnya yang mengingkari kewajiban haji,padahal  sudah memahami perintah Alloh tentang wajibnya haji dan sudah mampu baik secara fisik maupun financial,maka seandainya mati sebelum menunaikan haji di kelompokkan menetapi agama yahudi atau nasrani,sementara agama yang ada di sisi Alloh hanya Islam.Hal ini di karenakan telah mengingkari rukun islam yang kelima.Rosululloh SAW telah bersabda:

مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا وَذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا.رواه الترمذي كتاب الحج

“Barang siapa yang sudah memiliki bekal dan kendaraan yang bisa mengantarkan haji ke Baitulloh,kemudian sengaja tidak melaksanakannya (sampai akhir hayatnya) maka tidak nista apabila  disebut mati yahudi atau nasrani”(HR. At-Tirmidzi)

Ibadah haji telah di wajibkan Alloh bagi umat manusia sejak zaman dahulu hingga umatnya Muhammad SAW.Suatu misal Nabi Adam a.s yang telah di jelaskan dalam berbagai tafsir Al Qur’an bahwa Beliau di turunkan (dari surga) ke dunia terpisah dengan istrinya (Khawa’),Nabi Adam diturunkan di Hindia sedangkan Khawa’ di Jeddah.Empat puluh tahun kemudian keduanya bertemu di Jabal Rahmah ketika mngabulkan panggilan Alloh untuk melaksanakan haji.

Haji yang wajib adalah haji yang pertama kali,sedangkan haji yang kedua kali dan seterusnya tidak wajib,namun sunnah. Rosululloh  menjelaskan dalam sebuah hadistnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ فَرَضَ عَلَيْكُمْ الْحَجَّ فَقَالَ رَجُلٌ فِي كُلِّ عَامٍ فَسَكَتَ عَنْهُ حَتَّى أَعَادَهُ ثَلَاثًا فَقَالَ لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَوْ وَجَبَتْ مَا قُمْتُمْ بِهَا ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِالشَّيْءِ فَخُذُوا بِهِ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ.رواه النسائ

Dari Abi Huroiroh berkata : ketika Rosululloh menyampaikan khutbah kepada sahabatnya ”sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla telah mewajibkan haji kepadamu” kemudian ada seorang laki-laki bertanya”apakah kewajiban haji berlaku setiap tahun?,namun Rosul tidak menjawab sepatah katapun,kemudian orang laki-laki tersebut mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali dan Rosul menjawab:”seandainya aku mengatakan ya (wajib setiap tahun) pasti hukum tersebut berlaku untuk kalian,dan seandainya di wajibkan haji setiap tahun,pasti tak seorang pun dari kalian yang mampu melaksanakannya,maka tinggalkan apa-apa yang tidak kujelaskan kepadamu (jangan dipermasalahkan), sesungguhnya  hancurnya umat sebelum kalian di sebabkan sering mempermasalahkan dan menyelisihi nabi-nabinya,ketika telah kuperintahkan sesuatu untukmu maka kerjakanlah semampunya,dan ketika aku melarang sesuatu hal kepadamu maka jauhilah.(HR.An-Nasai)“.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: